Perang Dingin di London Utara: Mathys Tel Menanti Kejatuhan Thomas Frank di Spurs

Mathys Tel Berupaya Hidupkan Kembali Karier di Tottenham Sambil Menanti Masa Depan Thomas Frank

LONDON – Kabar mengejutkan datang dari ruang ganti Tottenham Hotspur. Penyerang muda berbakat, Mathys Tel, dikabarkan sedang menyusun strategi untuk menyelamatkan kariernya di klub dengan satu cara yang unik: bertahan lebih lama daripada sang manajer, Thomas Frank.

Ketegangan antara pemain asal Prancis itu dengan Frank mencapai puncaknya pekan ini setelah Tel secara kontroversial dicoret dari skuad Liga Champions untuk menghadapi Borussia Dortmund. Keputusan ini memicu amarah dari pihak Tel, yang merasa kontribusinya di lapangan tidak dihargai oleh manajer asal Denmark tersebut.

Bintang yang Terpinggirkan Sejak kepindahannya dari Bayern Munich, Mathys Tel sebenarnya kerap menunjukkan performa gemilang saat diberi kesempatan. Namun, di bawah asuhan Thomas Frank, menit bermainnya sangat terbatas. Bahkan, keputusan Frank untuk menarik keluar Tel saat kalah melawan West Ham memicu cemoohan dari para pendukung Spurs yang justru menganggap Tel sebagai pemain terbaik di lapangan saat itu.

Laporan terbaru menyebutkan bahwa Tel mulai mempertimbangkan untuk tidak mencari jalan keluar secara permanen di bursa transfer Januari ini. Sebaliknya, ia memilih untuk “menunggu” kepastian nasib Frank yang saat ini berada di ujung tanduk menyusul rentetan hasil buruk yang membuat Tottenham terpuruk di papan tengah Liga Inggris.

“Tel percaya pada masa depannya di Spurs, tetapi ia meragukan apakah ia bisa berkembang di bawah visi Thomas Frank saat ini,” ujar seorang sumber internal klub.

Tekanan untuk Thomas Frank Posisi Thomas Frank sendiri sedang sangat tidak aman. Sorakan “Sacked in the morning” dari para penggemar di stadion menjadi bukti betapa besarnya tekanan yang ia hadapi. Meskipun kemenangan tipis 2-0 atas Dortmund memberikan sedikit nafas buatan, ketidakpuasan pemain kunci seperti Tel menambah beban bagi manajemen untuk segera mengambil keputusan.

Beberapa poin yang memicu keretakan hubungan ini meliputi:

  • Pencoretan dari Liga Champions: Tel merasa dikhianati karena namanya dihapus demi memberi ruang bagi pemain lain yang baru pulih dari cedera.
  • Posisi Bermain: Tel bersikeras ingin bermain sebagai penyerang tengah, namun Frank lebih sering menempatkannya sebagai pemain sayap.
  • Dukungan Suporter: Ironisnya, semakin Frank memojokkan Tel, semakin besar dukungan suporter kepada sang pemain, yang justru memperburuk citra sang manajer di mata fans.

Menanti Titik Terang Hingga saat ini, klub telah memblokir minat pinjaman dari beberapa klub Prancis, termasuk Paris FC, karena menganggap Tel adalah aset jangka panjang yang berharga. Bagi Tel, bertahan di London Utara adalah pertaruhan; ia berharap pergantian manajer di masa depan akan memberinya kesempatan untuk menjadi ujung tombak utama The Lilywhites.

Leave a Comment