
MANCHESTER – Dua sosok ikonik Manchester United, Paul Scholes dan Nicky Butt, mengirimkan pesan terbuka yang cukup keras kepada bek andalan Setan Merah, Lisandro Martinez. Kritik ini muncul menyusul insiden perselisihan terbaru yang melibatkan pemain internasional Argentina tersebut di lapangan, yang dianggap bisa merugikan tim.
Sorotan pada Kedisiplinan Lisandro Martinez, yang dikenal dengan julukan “The Butcher” karena gaya permainannya yang agresif, kembali memicu kontroversi setelah terlibat adu mulut dan konfrontasi fisik yang tidak perlu dengan pemain lawan dalam laga terakhir. Meski semangat juangnya sering dipuji, Scholes dan Butt menilai bahwa sang bek kini sudah melampaui batas yang wajar.
Paul Scholes, yang dikenal jarang basa-basi, menyatakan bahwa Martinez perlu belajar kapan harus menggunakan nyali dan kapan harus menggunakan otak.
“Kita semua menyukai semangatnya, tapi ada garis tipis antara menjadi pejuang dan menjadi beban bagi tim,” ujar Scholes. “Dia harus bersikap lebih dewasa. Perselisihan seperti itu hanya akan membuatnya mendapat kartu merah konyol dan meninggalkan lubang di lini pertahanan kami.”
Warisan Disiplin “Class of ’92” Senada dengan Scholes, Nicky Butt menekankan pentingnya kepemimpinan yang tenang di lini belakang. Menurut Butt, seorang bek kelas dunia harus mampu mengendalikan emosinya di bawah tekanan tinggi.
“Martinez adalah pemimpin di lini belakang, dan seorang pemimpin harus menunjukkan ketenangan,” tambah Butt. “Lawan mulai menyadari bahwa mereka bisa memancing emosinya. Jika dia tidak segera mengubah sikapnya dan belajar untuk lebih dewasa dalam menghadapi provokasi, dia akan terus menjadi target empuk lawan.”
Dilema bagi Manajer Kritik dari dua legenda ini menambah tekanan bagi staf pelatih Manchester United untuk segera menangani masalah kedisiplinan Martinez. Meskipun ia tetap menjadi salah satu nama pertama dalam daftar susunan pemain karena kemampuan bertahannya yang solid, insiden-insiden non-teknis seperti ini dikhawatirkan dapat merusak keharmonisan tim di tengah perjuangan mereka meraih posisi papan atas.
Hingga saat ini, pihak klub maupun Martinez belum memberikan tanggapan resmi terkait kritik tajam yang dilontarkan oleh para seniornya tersebut.